Pihak Departemen agama melalui Litbang Depag mendorong pemberdayaan masjid secara maskimal baik dari sisi sosial keagamaan maupun pemberdayaan ekonomi umat. Ini ditegaskan Prof Dr H Abdul Rahman Mas'ud, PhD dalam rangkaian kegiatan Dialog Pengembangan Wawasan Multikultural antara pemuka agama Pusat dan daerah di Makassar dan kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Rabu (14/10)
''Inti dari rangkaian kunjungan ini adalah untuk menyamakan langkah, visi dan misi pemuka agam di tingkat pusat dengan pemuka agama di daerah dalam upaya pemberdayaan umat. Sementara kunjungan ke sepuluh masjid ini adalah untuk mendorong masjid agar dapat lebih diberdayakan. baik dari sisi sosial keagamaan dan juga dari sisi peningkatan atau pemberdayaan ekonomi bagi jamaah serta masyarakat di sekitar masjid,'' papar Mas'ud di sela-sela kunjungan tersebut.
Masing-masing masjid mendapat bantuan berupa dana sebesar 17,5 juta rupiah untuk meningkatkan pemberdfayaan ekonmomi umat melalui masjid. ''Jadi dana ini bukan untuk operasionmal masjid, tapi untuk pemberdayaan umat dan jamaah di sekitar masjid. Kami akan melakukan pengecekan penggunaan dana ini dalam beberapa bulan ke depan,'' tegas Mas'ud pada takmir masjid setiap memberikan bantuan.
Terlibat dalam rangkaian dialog pemuka agama tersebut antara lain Musthafa Zuhad Mughni (Ketua PBNU), Nelly Asnifati (Muhammadyah), Natsir Zubaedi (Sekjen Dewan Masjid Indonesia), Habib Muhsin Ahmad Alatas (Ketua FPI), Husen Maskati (Al Irsyad), Ramlan Marjonet (DDII) serta Taufiq Rahman Azhar (Persis).
Sangat Efektif
Pemberdayaan umat melalui masjid dinilai sangat efektif. ''Jelas ini sangat efektif, seiring dengan upaya kami mengembalikan fungsi masjid seperti pada masa Rasulullah SAW,'' tandas Drs HM Natsir Zubaedi, Sekjen DPP Dewan Masjid Indonesia. Dijelaskan Natsir bahwa pada masa Rasulullah SAW, masjid setidaknya memiliki empat fungsi.
Yaitu sebagai tempat beribadah seperti shalat, zikir dan i'tikaf. Kemudian masjid berfungsi untk menjalin ukhuwah Islamiyah, masjid sebagai pusat dakwah dan pendidikan serta masjid sebagai tempat pemberdayaan umat dalam arti luas. ''Karena masjid-masjid ini sifatnya adalah otonom, maka kami dari DMI memberikan motivasi dan menawarkan kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan di masjid,'' tandas Natsir. Terdapat sekitar 700 ribu masjid jami di seluruh Indonesia.
Menurutnya, DMI terus berupaya mensosialisasikan program-program atau kegiatan yang bisa dilakukan di masjid dalam upaya pemberdayaan umat. ''Misalnya kami mengundang pengurus masjid-masjid agung, masjid-masjid raya serta pengurus masjid sektoral seperti di kampus-kampus,'' ucap Natsir. ''jadi jika Depag melakukan pendekatan stuktural, kami dari DMI melakukan pendekatan fungsional. Ini tentunya dapat saling mengisi dan sangat efektif,'' papar Natsir.
Sementara Prof Dr Utang Ranuwijaya, Ketua Komisi Pengkajian dan Pengembangan MUI menegaskan bahwa gerakan umat Islam yang efektif itu adalah gerakan yang bersifat ishlahiyyah, terkoordinasi, tersinergi, saling mendukung dan tidak kontra produktif. ''Serta mengedepankan cara-cara yang damai, santun dan berkeadaban,'' papar Utang. ''Kita perlu bersinergi menjadi suatu kekuatan yang penuh menghadapi tantangan masa depan,'' tambahnya.
Menurut Utang, perselisihan dan perbedaan paham antara umat Islam pada persoalan khilafiyyah yang berekses negatif dalam kehidupan bermasyarakat, tentunya bertentangan dengan konsep ukhuwah Islamiyyah. ''Hal tersebut hanya menyia-nyiakan waktu dan energi. Padahal berbagai persoalan umat tidak pernah tersentuh atau terselesaikan dengan baik. Akhirnya umat tetap pada kondisi ketertinggalan dan kelemahan, yang tidak pernah beranjak dan bangkit dari persoalan yang menghimpit. osa/taq
Sumber:
republika.co.id
SANTUNAN ANAK YATIM PRISMA TAQWA
Santunan anak yatim kami selenggarakan setiap tahun di halaman Masjid Taqwa setiap tanggal 10 Suro sesuai dengan agenda PRISMA Taqwa. Dengan ini kami membutuhkan pendanaan yang cukup besar sehingga kami memohon bantuan saudara- saudara untuk ikut meringankan penderitaan anak yatim yang telah di tingal orang tuanya maka kami akan menerima bantuan saudara-saudara berupa apapun demi keberlangsungan kehidupan anak yatim yang lebih baik silahkan salurkan lewat PRISMA Taqwa
Seketariat Komplek Masjid Taqwa Wonokromo. Wonokromo. Pleret, Bantul, Yogyakarta atau silahkan hubungi kami di Bantuan Online kami
KATEGORI
- Artikel (3)
- Kegiatan (1)
- kisah nyata (1)
- PRISMA DAN TAKMIR MASJID TAQWA (1)
WEBSITE
Learn Arabic Language
Ada yang bagus nih..
Belajar Bahasa Arab via Web..
mau buat seperti ini lisahkan buka web ini arabindo
Pemberdayaan Umat Lewat Masjid
Sabtu, 17 Oktober 2009
Diposting oleh Prisma TAQWA di Sabtu, Oktober 17, 2009
Label: Artikel
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar